Senin, 20 Mei 2013

jurnal-jurnal akuntansi keuangan


KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

Penjualan Obligasi
Kas
Diskonto obligasi
            Utang obligasi
            Utang bunga (jika penjualan bukan jatuh tempo)
            Premi obligasi

Pembayaran Bunga
Beban bunga
Utang bunga (jika penjualan bukan jatuh tempo)
            Kas

Amortisasi Diskonto/ Premi
Premi utang obligasi
            Beban bunga
Beban bunga
            Diskonto utang obligasi

Penyesuaian akhir periode
Beban bunga
            Utang bunga
+ jurnalpenyesuaian amortisasi yang sudah menjadi beban

Pelunasan Obligasi
Utang obligasi
            Kas
+jurnalbunga/ amortisasi bila ada

Wesel Berbunga
(penerbitan)
Kas
            Wesel bayar

(pelunasan)
Wesel bayar
Beban bunga
            Kas

Wesel Tidak Berbunga (diskonto)
(penerbitan)
Kas
Beban bunga
            Wesel bayar

(pelunasan)
Wesel bayar
            Kas


EKUITAS PEMEGANG SAHAM

Penerbitan Saham
Kas
Modal disetor (disagio saham biasa) (untuk selisih kurang)
            Saham biasa
            Modal disetor (Agio saham biasa) (untuk selisih lebih)

Saham tanpa nilai pari
Kas
            Saham biasa – tanpa nilai pari

Saham yang dijual berdasarkan pesanan
(penerimaan pesanan)
Piutang pesanan
            Saham biasa yang dipesan
            Agio saham

(angsuran piutang pesanan)
Kas
            Piutang pesanan

(Penerbitan pesanan)
Saham biasa yang dipesan
            Saham biasa

Saham yang diterbitkan dalam transaksi non kas
Tanah/ paten dll
            Saham biasa
            Modal disetor (Agio saham biasa)


LABA PERSAHAM

Saat dikonversikan surat berharga menjadi saham biasa
Metode harga pasar
Hutang obligasi
Premi utang obligasi (nilai premi yang belum diamortisasi)
Kerugian penarikan utang obligasi (nilai nominal = Nilai pasar - NB)
            Saham biasa (nilai setelah konvertibel)
            Modal disetor yang melebihi nilai pari

Metode harga nominal
Hutang obligasi
Premi utang obligasi
            Saham biasa
            Modal disetor yang melebihi nilai pari

Saat dikonversikan saham biasa menjadi saham preferen
Saham istimewa konvertibel (nilai yang seharusnya)
Modal disetor yang melebihi nilai pari (nilai premi)
Laba ditahan (nilai fleksibel)
            Saham biasa (nilai yang seharusnya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar